Syariat Islam Terangkum Dalam Dua Kata, Apa Itu?

Syariat Islam itu ada dengan dua firman Allah yaitu, ‘laa taf’al’ dan ‘if’al’. Kalimat, ‘laa taf’al!’ (jangan kamu lakukan) berarti nahi (larangan). Sedangkan kata, ‘if’al!’ (lakukanlah) berarti amr (perintah).

Perkara-perkara yang dilarang dalam agama Islam sangat sedikit jumlahnya, sehingga umat muslim sangat mudah untuk menghindarinya. Larangan Allah yang pertama kali dilanggar oleh manusia adalah apa yang dilakukan oleh nabi Adam dan Hawa.

Hal ini telah dikisahkan di beberapa tempat di dalam Al-Qur’an, diantaranya:

Allah berfirman,

وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ (١٩)فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ (٢٠)وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ (٢١)فَدَلاهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ

Allah berfirman,wahai Adam! tinggallah engkau bersama istrimu di dalam surga dan makanlah apa saja yang kalian sukai. Akan tetapi janganlah kalian berdua mendekati pohon yang satu ini. Apabila kalian mendekatinya, maka kalian berdua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang dzolim. Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka dengan tujuan ingin menampakkan aurot mereka yang selama ini tertutup. Setan berkata, “sesungguhnya Tuhanmu hanya melarang kamu mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal di surga. Kemudian setan bersumpah kepada keduanya, “sesungguhnya aku ini benar-benar menjadi penasehatmu”.

Akhirnya setan dapat membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi buah pohon itu, maka tampaklah aurot mereka. lalu mereka segera menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan berkata, “bukankah Aku telah melarang kalian untuk mendekati pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagimu!”. (QS. Al-A’raf: 19-22).

Kisah di atas memberikan pelajaran kepada manusia akan besarnya kasih sayang Allah kepada nabi Adam ‘alaihissalam. Allah SWT hanya mengharamkan satu pohon untuk dimakan buahnya, dan membolehkan pohon-pohon lainnya yang ada di surga. Allah sangat sayang dan mengasihi Adam dan anak cucunya. Makanan yang diharamkan -yang jumlahnya sangat sedikit- memudahkan hamba-hambanya untuk menjalankan syariat Islam.

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الأرْضِ حَلالا طَيِّبًا وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Wahai manusia!, makanlah apa-apa yang ada di bumi yang halal lagi baik dan janganlah engkau mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah: 168).

Alam raya ini adalah hidangan Allah. Allah menciptakan alam dunia untuk kebutuhan umat manusia, kemudian Dia menciptakan manusia agar mereka beribadah kepada-Nya. Allah SWT sangat manyayangi kita, Dia hendak memudahkan pelaksanaan ibadah ini dengan memperkecil jumlah hal-hal yang dilarang. Dia juga berjanji akan mengampuni hamba-hamba-Nya yang melanggar larangan, jika ia mau bertaubat.

Hadist nabi yang menunjukkan keharusan seorang muslim untuk meninggalkan larangan adalah, “Jika aku memerintahkanmu mengenai suatu hal, maka lakukanlah semampumu. Dan apabila aku melarangmu akan suatu hal, maka tinggalkanlah”. (HR Ahmad, Bukhari, dan Muslim)

Inilah penjelasan singkat tentang makna perkataan ‘laa taf’al’ (jangan lakukan) di dalam agama Islam. Semoga Allah senantiasa menjauhkan diri kita dari segala sesuatu yang dilarang-Nya. Amiin Yaa Rabbal Aalamiin.

Syekh Ali Jum’ah, Al-Bayaan Lima Yusyghilul Adzhaan

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: