Amal Tanpa Ikhlas, Ibarat Badan Tanpa Nyawa (Hikmah kesepuluh)

Amal Tanpa Ikhlas, Ibarat Badan Tanpa Nyawa  (Hikmah kesepuluh).

الْأَعْمَالُ صُوْرَةٌ قَائِمَةٌ وَأَرْوَاحُهَا وُجُوْدُ سِرِّ الْإِخْلاَصِ فِيْهَا

amalan dapat diibaratkan seperi badan dan ruhnya adalah ikhlas.

Amal kebaikan dapat diibaratkan seperti badan, sedangkan ruh yang menghidupkannya adalah ikhlas. Barangsiapa yang beramal tanpa ikhlas dapat diibaratkan seperti menghadiahkan budak perempuan kepada seorang raja dengan harapan ingin mendapatkan upah atau hadiah. Namun, yang didapatkan adalah sebaliknya, ia mendapatkan cambuk dan hukuman.

Ikhlas adalah selamatnya amal ibadah dari sifat riya’, -baik riya’ yang besar maupun riya’ yang kecil- dan segala keinginan untuk mendapatkan bagian nafsunya.

Orang yang ikhlas tidak melakukan suatu amalan kecuali hanya mengharapkan ridha Allah SWT, bahkan ia tidak ingin mencari pahala atau takut dari hukuman.

Keikhlasan muhibbiin (orang-orang yang mencintai Allah) adalah beramal karena mensucikan dan mengagungkan Allah, Karena Allahlah yang berhak untuk diagungkan, bukan yang lain.

Adapun ikhlasnya muqarrabiin (orang-orang yang dekat dengan Allah) adalah pandangan mata hati mereka pada kemahatunggalan Allah yang berkuasa untuk menggerakkan dan mendiamkan mereka, bersama dengan sikap mereka yang melepaskan dirinya dari ketergantungan pada daya dan kekuatan diri.

Sesungguhnya mereka tidak melakukan suatu amalan kecuali dengan Allah. Mereka sama sekali tidak melihat bahwa amalan itu berasal dari dirinya.

Syekh Abdul majid As-Syarnubi, Syarkhu Kitaabil Hikam

Baca Juga : Hikmah Pertama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: