Surah Al-Fatihah ayat: 1-4

Surah Al-Fatihah ayat: 1-4.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (١)الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢)الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣)مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Ketika Allah SWT muncul dari alam jabarut ke alam malakuut, atau kamu juga bisa mengatakan, muncul dari alam ghaib ke alam syahaadah (yang tampak), Allah memuji diri-Nya dengan diri-Nya, mengagungkan diri-Nya dengan diri-Nya, dan mentauhidkan diri-Nya dengan diri-Nya. Allah memuji diri-Nya seraya berkata, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (segala puji hanya bagi Allah).

Seolah-oleh Dia berkata di pembukaan kitab suci-Nya, “Aku adalah yang memuji dan Aku yang terpuji, Aku berada di semua yang ada, Aku adalah penguasa atas para penguasa, Aku adalah Dzat yang menciptakan ‘sebab’ bagi orang-orang yang dapat memahami firman, dan Aku adalah Tuhan semesta Alam

Aku yang menciptakan tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi. Aku yang Maha tunggal di dalam wujud-Ku, Aku menampakkan diri kepada hamba-hamba terkasih dengan kemuliaan dan wujud-Ku. Alam raya ada karena keberadaan-Ku, dan semuanya lenyap karena adanya wujud-Ku”.

Seseorang berkata di depan Syekh Abul Qosim Junaid Al-Baghdadi, الْحَمْدُ لِلَّهِ (segala puji bagi Allah) dan tidak melanjutkannya dengan, رَبِّ الْعَالَمِين (tuhan semesta alam), lalu Syekh Junaid berkata padanya, “sempurnakanlah wahai saudaraku”, orang itu menjawab, “seberapakah nilainya ‘alam’ sampai ia disebutkan bersama dengan Allah?!”, Syekh Junaid berkata, “sempurnakanlah wahai saudaraku, sesungguhnya hadits (sesuatu selain Allah) jika bersama dengan qadiim (Allah) maka yang hadits akan lenyap, sehingga yang tetap hanya qadim”.

Allah SWT berkata, “wahai hamba yang dekat dengan-Ku, renungkanlah rahasia-Ku. Aku yang mencintai dan Aku yang dicintai. Aku Maha dekat, Aku mengabulkan doa, Aku Maha Pengasih dan Penyayang, Aku raja di hari pembalasan, Aku Maha Ar-Rahmaan dengan memunculkan nikmat, dan Aku Maha Ar-Rahiim dengan menetapkan keberlangsungan nikmat itu.

Aku yang menciptakan dan Aku yang melanggengkan, Aku Tuhan seluruh hamba, Aku yang membalas kebaikan dengan kebaikan, Aku raja secara muthlak, bagi manusia yang memahaminya bisa memahami”.

Di dalam kitab Ar-Rasaa’il Al-Kubra dikatakan bahwa kulit yang tampak dari luar itu tidak dianggap, karena yang terpenting adalah rahasia yang tersembunyi. Dan hal itu tidak terjadi kecuali dengan penampakan Al-Haq (Allah) dengan tersingkapnya sesuatu yang menutupinya. Jika Allah bertajalli (menampakkan diri), maka segala sesuatu akan hancur dan musnah. Kegelapan akan terang dengan cahaya Al-Haq.

Sehingga keyakinan pada kebenaran benar-benar kuat, dan batallah apa yang dikatakan oleh orang-orang bodoh yang hati-hatinya sakit, tentang ketiadaan hari pembalasan.

Allah berfirman,

الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ

Kekuasaan di hari itu ada pada Allah. (QS. Al-Hajj:56).

Allah berfirman,

وَالأمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ

Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. (QS. Al-Infithaar: 19).

Ibnu Ajibah, Al-Bahrul Madiid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: