Sudahkah Kita Merasakan Pengawasan Allah?

Sudahkah Kita Merasakan Pengawasan Allah?. Pekerja yang diawasi dengan yang tidak diawasi, hasil pekerjaannya akan berbeda. Pekerja yang diawasi oleh atasannya akan lebih memperhatikan pekerjaannya, sehingga ia akan bekerja dengan lebih giat dan lebih baik. Ia sadar kalau pekerjaannya tidak baik, atasannya tidak hanya akan menegurnya tetapi ia akan marah bahkan ia bisa memecatnya.

Pekerja yang baik tidak harus diawasi oleh atasan. Ia akan bekerja sebaik mungkin meski atasannya tidak berada di dekatnya. Baginya, ada atau tidak adanya atasan sama saja. Ketika ia telah berniat untuk melakukan pekerjaan itu, maka ia sudah mempersiapkan dirinya dengan penuh tanggung jawab dan menghadapi segala resiko dan konsekwensinya.

Kita adalah hamba Allah yang baik. Meskipun Dzat Allah tidak terlihat oleh mata kita, tetapi kita bisa merasakan pengawasan-Nya. Dengan pengawasan Allah yang kita rasakan maka kita juga akan merasakan bahwa Allah memiliki surga yang berisi kenikmatan-kenikmatan tak terhingga, sehingga kita ringan untuk melakukan kebaikan.

Kita juga merasakan bahwa Allah memiliki neraka yang di dalamnya berisi hukuman-hukuman yang amat menyakitkan, sehingga kita mudah meninggalkan larangan-larangan-Nya. Mengumpat, memfitnah, ghibah, sumpah palsu, berkata bohong, dan kejelekan lainnya ia tinggalkan karena ia bisa merasakan keberadaan neraka.

Sungguh beruntung orang yang merasa di awasi Allah. Meskipun Allah pada hakikatnya mengawasi setiap hamba-hamba-Nya, tetapi tidak semua meresakan pengawasan-Nya. Orang yang merasakan pengawasan Allah hatinya telah hidup, ia telah terbangun dari tidur lupa kepada Allah dalam masa yang panjang.

Oleh karena itu ia harus bersyukur kepada Allah, karena ia tidak dimatikan oleh Allah sementara hatinya masih lupa pada-Nya. Bagaimana pendapatmu dengan orang yang mati dengan membawa hati yang masih lupa kepada Allah?.

Alah berfirman,

وَقِيلَ الْيَوْمَ نَنْسَاكُمْ كَمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Dan dikatakan (kepada mereka): “Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini, dan tempat kembalimu adalah neraka dan kamu sekali-kali tidak mendapatkan penolong”. (QS. Al-Jatsiyah: 34).

Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang melupakan Allah hari ini, sehingga kita tidak dilupakan Allah di hari kemudian, Amiin Ya Rabbal Aalimiin.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: