Bagaimana Cara Untuk Mendapatkan Khusu’?

Bagaimana Cara Untuk Mendapatkan Khusu’?. Allah tidak hanya meminta shalat kepada kita, tetapi Allah juga meminta khusu’nya. Khusu’ ibarat ruh, sedangkan gerakan dan bacaan-bacaan shalat adalah badan. Badan tidak mungkin berdiri tanpa ada ruh, begitu pula ruh tanpa badan tidak akan tampak eksistensinya. Keduanya harus menyatu sehingga fungsinya dapat berjalan dengan sempurna.

Khusu’ adalah perasaan akan keberadaan Allah di hadapannya. Orang yang khusu’ bisa merasakan seolah-olah Allah sedang mengawasinya. Rasa itu bisa didapat karena ia menghayati setiap bacaan shalat. Dimulai dari niat, bahwa ia melaksanakan shalat karena semata-mata karena perintah Allah. Ia menyadari bahwa dirinya adalah hamba dan Allah adalah tuan. Allah bukan hanya tuan, tetapi Dia adaah Tuhan yang menciptakannya, memberikan kenikmatan kepadanya, dan yang akan meminta pertanggung jawabannya setelah ia meninggal.

Ketika membaca takbiratul Ihraam, ‘Allaahu Akbar’ (Allah maha besar) hatinya benar-benar membesarkan Dzat Allah dan sifat-sifat-Nya. Segala sesuatu selain Allah adalah kecil menurut pandangan mata hatinya. Berapapun hartanya, setinggi apa pun pangkat dan jabatannya, sepandai apapun dirinya, semua itu tidak ada apa-apanya di hadapan Allah yang Maha besar. Ia benar-benar merasakan kewibawaan Allah ‘Azza wa Jalla.

Perasaan itu selalu ia jaga mulai dari awal shalat sampai akhir shalat. Setelah shalat selesai, ia beristighfar meminta ampunan kepada Allah, di dalam shalatnya mungkin ada saat-saat dimana hatinya lupa kepada Allah. Hati yang lupa kepada Allah berarti ia sedang menyekutukan-Nya, oleh karena itu ia benar-benar memohon maaf kepada-Nya. Setelah itu ia bersyukur kepada Allah atas rezeki shalat yang telah terlaksana itu dengan banyak-banyak memuji Allah di dalam dzikir dan doanya, karena masih banyak orang yang belum diberi hidayah oleh Allah sehingga mereka belum diberi kesempatan untuk shalat.

Allah berfirman,

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (١)الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ (٢)وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. (QS. Al-Mukminun: 1-3).

Orang yang bisa melaksanakann shalat dengan khusu’ akan beruntung, karena Allah hanya akan melihat shalat yang ada khusu’nya. Berapa waktu yang ia khusu’ di dalamnya, maka itulah yang dilihat oleh Allah SWT.

Nabi bersabda,

إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلاَ إِلَى صَوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ

Sesungguhnya Allah tidak melihat jasad dan bentukmu, tetapi Allah hanya melihat hatimu

Cara yang paling cepat untuk melatih khusu’ di dalam shalat adalah dengan membiasakan diri berdzikir di luar shalat. Semoga kita termasuk orang-orang yang dipelihara hatinya untuk selalu berdzikir kepada Allah. Amiin Ya Rabbal Aalamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: