Abuya As-Sayyid Muhammad Dipanggil Rasulullah SAW

Abuya As-Sayyid Muhammad Dipanggil Rasulullah SAW. Pada suatu malam yang dingin, Abuya menyuruh salah seorang santri untuk memijitnya di rumah kediamannya di daerah Sulthanah. Yang ditunjuk oleh beliau pada malam itu adalah seorang santri yang bernama Zubair. Abuya biasa memanggil santri-santrinya untuk memijitnya di waktu-waktu senggangnya terutama di malam hari.

Bukan karena beliau ingin dipijit, tetapi karena beliau ingin melatih kesabaran dan keikhlasan para santri. Hal ini terbukti, karena yang disuruh untuk memijit bukan hanya yang pandai memijit, tapi semuanya baik yang sudah besar atau yang masih kecil.

Zubair mulai memijit Abuya dengan perlahan, setelah beberapa saat terlihat Abuya tertidur. Zubair tetap melanjutkan pijatannya. Pada waktu itu jam menunjukkan pukul 02.00 pagi, tiba-tiba Abuya bangun dari tidurnya lalu duduk bersimpuh seperti duduknya seorang santri dihadapan kyainya. Ia duduk sambil meletakkan kedua tangannya di atas kedua pahanya dengan kepala yang menunduk-nunduk.

Beliau berkata, “wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh”, beliau terus berkata, “thayyib, thayyib (iya, iya)”. Zubair yang menyaksikan kejadian itu tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Sejenak kemudian, beliau menyuruh Zubair untuk memanggil seorang santri yang biasa menyopir, Ali Al-Habsyi. Tidak lama kemudia keduanya menghadap Abuya. Beliau berkata kepada Zubair, “tidakkah kamu tahu hai Zubair, siapa yang tadi datang?”, “waallahu a’lam, aku tidah tahu wahai Abuya”, jawab Zubair, beliau berkata, “dia adalah kakekku Rasulullah SAW, beliau menyuruhku datang ke Raudhah Muthahharah (Makam Rasul) untuk menemuinya”.

Setelah berkemas sebentar Abuya segera berangkat menuju Masjdi Nabawi, dan Zubair ikut serta. Ketika Abuya berada di Raudhah, Zubair menyaksikan pemandangan seperti sebelumnya, beliau bertemu lagi dengan Rasulullah SAW dalam keadaan yaqdzatan (sadar) -yang merupakan tanda kemuliaan seseorang di sisi Rasulullah SAW-. Subhaanallah.

Mustafa Husain Al-Jufri, Al-Injaaz Fii Karaamati Fakhril Hijaaz

Baca Juga : Kalam Mutiara dari Abuya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: