Mengingat Kembali Apa Pengertian, Fardhu-Fardhu, Dan Kesunahan-Kesunahan Mandi

Mengingat Kembali Apa Pengertian, Fardhu-Fardhu, Dan Kesunahan-Kesunahan Mandi

Pengertian mandi

Mandi besar menurut bahasa berarti mengalirnya air pada suatu benda. Sedangkan menurut istilah fiqih mandi besar adalah mengalirnya air pada keseluruhan badan dengan niat tertentu.

Hal-hal yang mewajibkan mandi

Ada enam hal yang menyebabkan wajib mandi. Tiga dari enam hal tersebut dialami oleh laki-laki dan perempuan, yaitu:

1. Bersetubuh

Yakni, masuknya hasyafah (penis) pada lubang kemaluan perempuan ataupun anus, walaupun tidak mengalami ejakulasi.

2. Keluarnya sperma

Baik sperma itu keluar karena bersetubuh atau tidak, dalam keadaan tidur atau sadar, disertai perasaan nikmat atau tidak, keluarnya melalui kemaluan atau bukan, seperti orang yang pecah tulang belakangnya, dan spermanya keluar lewat tulang yang pecah tersebut.

Sperma adalah cairan berwarna putih kental yang keluar karena dorongan syahwat yang memuncak, ciri-ciri sperma adalah:

a. Terasa nikmat atau memancar pada saat keluar.

b. Dalam kondisi masih basah, berbau seperti roti.

c. Dalam kondisi kering, berbau seperti putih telur.

3. Meninggal dunia

Setiap orang yang meninggal dunia wajib untuk dimandikan kecuali:

a. Syahid

Orang yang mati syahid haram untuk dimandikan, karena darahnya menjadi saksi atas kesyahidannya.

b. Orang kafir

c. Bayi prematur

Bayi prematur yang meninggal dunia tidak wajib dimandikan apabila:

1. Terlahir kurang dari enam bulan

2. Tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan

3. Belum berbentuk manusia

Dan tiga hal selanjutnya hanya dialami oleh perempuan, yaitu:

1. Haid

2. Nifas

3. Melahirkan

 

Fardhu-fardhu mandi

1. Niat

2. Menghilangkan najis

3. Meratakan air keseluruh anggota tubuh bagian luar

Ketika mengalirkan air ke seluruh tubuh, periksalah seluruh bagian tubuh dari ujung kaki sampai ujung rambut, jangan sampai ada sesuatu yang dapat menghalangi sampanya air pada kulit semisal cat, kotoran yang berada di kuku, dll.

 

Kesunahan-kesunahan mandi

1. Membaca basmalah

2. Berkumur dan menghisap air ke dalam hidung

3. Menghilangkan kotoran

4. Berwudhu sebelum mandi

5. Meneliti tempat-tempat yang sulit terjangkau air, seperti telinga, bagian bawah kuku, dll.

6. Menggosok-gosok badan dengan tangan keseluruh angota tubuh yang mampu dijangkau tangan.

7. Muwaalah (segera membasuh anggota badan selanjutnya, setelah selesai membasuh anggota yang lain).

8. Mendahuluka anggota badan sebelah kanan.

9. Mendahulukan anggota tubuh bagian atas.

10. Tidak meminta bantuan orang lain kecuali karena uzur.

11. Mengulangi basuhan tiap-tiap anggota tubuh sebanyak tiga kali.

12. Menghadap kiblat, jika keadaannya tidak telanjang.

13. Berada di tempat yang aman dari percikan air.

14. Menyela-nyela rambut kepala dengan air ketika mandi.

15. Membaca syahadat di akhir mandi.

Hal-hal yang dimakruhkan

Kemakruhan di dalam mandi sama dengan kemakruhan di dalam wudhu, seperti berlebih-lebihan dalam menggunakan air, mendahulukan anggota tubuh sebelah kiri, dll.

Fuad Hasan, fiqih Ibadah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: